Tentang Glandang.org

Mungkin tidak ada karya yang buruk, hanya belum bertemu penikmatnya saja. Kami pun ragu, seniman-seniman besar yang ada, langsung membuat masterpiece pada kesempatan pertama berkarya.
Keraguan tersebut menginspirasi kami untuk mencari karya-karya yang mungkin bermutu tapi terlantar dan terabaikan, baik dari penulisnya sendiri atau dari redaktur -redaktur yang menganggap tulisan tak sesuai dengan medianya.
Oleh karenanya, kami komunitas gelandangan,komunitas yang berpijak pada keragu-raguan berkumpul dan menyemai keragu-raguan baru dengan menamakan diri Redaktur Konslet.
Dengan Mengusung slogan, Panti Kata Tuna Karya, Glandang.org akan berusaha memberikan apresiasi, merawat, mungkin mereproduksi, atau mendaur ulang, karya-karya terlantar tersebut. Harapannya, asa dan api semangat para penulis (terlantar) tetap terjaga, tidak patah arang pada kesulitan-kesulitan yang timbul pada saat berkarya.
Mungkin Begitu.

Salam Glandang
Sonkski, Nietdlore, Habe, Gadang, Tan Dino.

Panti Kata Tuna Karya

Tukang Glandang

Sonkski Ekalya


Sonkski pernah membikin buku Puisi yang gagal, bikin film tidak bagus-bagus amat, bikin musik tidak ada yang mendengarkan. Untungnya, glandangan yang satu ini mahir bikin anak!
Santai, semua orang terlahir dengan kesialannya masing-masing

Kiper Glandangan

Al Nietdlore


Glandangan satu ini adalah seorang guru agama. Kemampuannya mengolah sampah-sampah peradaban tak perlu diragukan lagi!
Sama Rata, Sama Rasa, Sama Siapa?

Pengepul Cerpen

Hendri Habe


Profesi utama gelandangan ini adalah bermewah-mewah menghabiskan waktu dengan memancing di waduk. Untuk mengurangi kemewahan hidupnya, gelandangan ini akan mengulas cerpen-cerpen yang masuk ke glandang.org
Memberi dan menerima harus tanpa syarat.

Pengepul Puisi

Gadang Kadirido


Kalau yang ini benar-benar gelandangan, tidak lebih.
Kalau memberi rokok jangan nanggung donk, sebungkus gitu lho.

Pembawa Kabar Baik

Tan Aditya Dino


Gelandangan pemain teater ini terjebak dalam semesta glandang.org dan tak punya pilihan lain kecuali menikmatinya.
Madilog, Materialis Dialektika Logistik